Submitted by Gendewa Tunas Rancak 18th February 2014 19:11


Konteks Adaptasi

Desa Gili Indah merupakan pulau kecil yang berada di tengah laut dan merupakan daerah  pariwisata. Desa Gili Indah terdiri dari 3 pulau kecil (Gili) yang masing-masing merupakan dusun di wilayah  administratif Desa Gili Indah, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Masyarakat desa setempat memiliki sumberdaya pesisir dan laut, baik mata pencaharian sebagai nelayan kecil atau nelayan tradisional, Boat man, guide, ‘buruh’ bangunan, peternak, dan sebagian juga bekerja sebagai buruh kasar (mengangkut barang-barang wisatawan), pembudidaya terumbu karang, pembudidaya rumput laut maupun jasa lainnya. Sebagian masyarakat bekerja di bidang pariwisata seperti; bekerja di villa atau hotel, restaurant karena ketiga pulau dalam wilayah administratif Desa Gili Indah ini memang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Lombok.

Sebagai masyarakat pesisir, hidup pada wilayah tersebut tak luput dari berbagai persoalan dan permasalahan hidup yang berhubungan dengan iklim. Permasalahan tersebut misalnya ketika musim paceklik tiba, sebagian masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi pada saat musim penghujan tiba, kurang tersedianya sarana air bersih, banyaknya sampah kiriman, sumber air tawar sangat sulit didapatkan, dan sumur-sumur yang ada di Desa sepenuhnya air payau dan air asin. Permasalahan tidak berhenti sampai disitu, masyarakat juga turut merasakan pendapatan yang berasal dari laut semakin sulit dalam beberapa tahun terakhir.

Metodologi

Berdasarkan data I-CATCH Desa Gili Indah (2012), telah diidentifikasi faktor-faktor pelemah dan penunjang adaptasi terhadap perubahan iklim di Desa Gili Indah. Melalui metode ini, telah diidentifikasi dampak masalah iklim di Desa Gili Indah dan tingkat kerentanan masyarakat Desa Gili Indah terhadap perubahan iklim.

Selanjutnya berdasarkan analisa I-CATCH ini, dikembangkan suatu konsep Desa Ekologis Tangguh dan Adaptif Perubahan Iklim (DELTA API) untuk Desa Gili Indah dengan mengambil percontohan Pulau Gili Air. Dalam konsep ini diusulkan beberapa program kegiatan untuk menghasilkan desa yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Opsi untuk Adaptasi

Rencana aksi dikembangkan dengan metoda partisipatif melibatkan berbagai pihak terkait antara lain pemerintah desa, masyarakat termasuk pemuda, pakar pengelolaan pulau kecil, dan Lembaga Musyawarah Nelayan Lombok Utara (LMNLU). Opsi-opsi yang teridentifikasi digolongkan dalam beberapa aspek berikut:

1. Ekonomi

  • Pembangunan pasar lokal sebagai sentra pertumbuhan ekonomi lokal
  • Pengelolaan perikanan sebagai produk lokal dengan produksi olahan ikan melalui penberdayaan dan pemberian stimulan bagi kelompok perempuan

2. Pariwisata

  • Pengembangan Eco-Wisata yang berbasis budaya lokal, lingkungan, sosial budaya yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kebencanaan

3. Budaya

  • Pengembangan pusat apresiasi budaya masyarakat dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai lokal dan kearifan lokal

4. Tenurial

  • Penyususnan peraturan Desa tentang Tata Ruang dan Awig-awig (peraturan adat) pengelolaan sumber daya pesisir dan laut
  • Mediasi penyelesaian konflik tenurial diluar pengadilan (sengketa tanah) oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara

5. Terrestrial

  • Konservasi sempadan pantai dengan penanaman tumbuhan pantai serta pemasangan tanggul dengan pelibatan Pemerintah Desa dan Kabupaten, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan

6. Sampah

  • Pengelolaan sampah dengan pengelolaan yang berkelanjutan oleh kelompok masyarakat dan pengadaan bank sampah

7. Zonasi Perairan

  • Sosialisasi kesepakatan zonasi kawasan perairan secara menyeluruh melalui media massa dan pertemuan bersama masyarakat serta parapihak

8. Umum

  • Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan Masyarakat dan pariwisata
  • Mempermudah akses kesehatan dan pendidikan bagi Masyarakat Gili Air


Mending nets in Gili Indah

Masterplan DELTA API Desa Gili Indah